Identitas Film
Judul
Film : Hafalan Shalat Delisa
Sutradara
: Sony Gaokasak
Produser
: Chand Parwez Servia
Penulis
Naskah : Armantono
Pemain
Film : Reza Rahardian, Nirina Zubir, Chantiq Schagerl, Fathir Muchtar, Mike Lewis
dan lain-lain.
Produksi
Film : Kharisma Starvision Plus
Durasi
Film : 1 jam (60 menit)
Sinopsis Film
Disalah
satu daerah di kota Aceh, tinggal seorang gadis kecil dan cantik bernama
Delisa. Delisa tinggal bersama Umi (ibu) dan ketiga saudara perempuannya, yaitu
Fatimah, Aisyah dan Zahra (sikembar). Delisa sendiri merupakan anak bungsu dari
pasangan suami istri Abi Usman dan Umi
Salamah.
Abi
Usman yang bekerja sebagai anak buah kapal membuatnya harus hidup jauh dan
terpisah dari kelurga kecilnya.
Di
kota Aceh, agama islam merupakan agama mayoritas. Oleh karena itu, orang tua
Delisa menyekolahkan putri-putrinya di sekolah yang berbasis agama islam.
Abi
Usman dan Umi Salamah begitu baik dan selalu mendukung putri-putri nya dalam hal
apapun selagi itu hal yang positif, terutama dalam hal mempelajari dan
mendalami agama.
Pada
suatu hari di sekolah Delisa akan mengadakan ujian sekolah, salah satunya ujian
ilmu agama, yaitu harus menghafalkan bacaan shalat. Umi Salamah pun berjanji
kepada Delisa, jika dia bisa hafal bacaan shalat, maka Umi Salamah akan
memberikan Delisa kalung emas yang berinisialkan D, sebagai arti dari kata
Delisa. Mendengar Umi nya berkata demikian, Delisa pun langsung senang dan
semangat untuk menghafal bacaan shalatnya.akan tetapi bukan hanya pada Delisa
saja, Umi Salamah selalu memberikan hadiah kalung kepada semua putrinya, jika
mereka bisa hafalan shalat.
Pada
suatu ketika ujian tes hafalan bacaan shalat pun tiba. Umi Salamah berangkat ke
sekolah untuk mengantar sekaligus manyaksikan putrinya dites hafalan bacaan
shalat. Ketika dalam proses pengetesan praktik dan hafalan bacaan shalat,
Delisa membacanya terlihat khusu sembari menutup matanya. Pada saat dipertengahan
Delisa membaca do’a iftitah, tiba-tiba ada gempa bumi yang terasa oleh
orang-orang di sekitas Delisa, termasuk oleh Umi Salamah. Akan tetapi, karena
Delisa membaca hafalan shalat dan praktik shalat nya sambil menutup mata, dia
tidak menghiraukan hal yang terjadi itu.
Pada
saat itu semua orang berhamburan lari, karena takut tertimpa reruntuhan sekolah.
Umi Salamah pun memanggil-manggil Delisa dari luar kelas, tapi Delisa tidak
mendengarnya, karena saking khusu nya membaca hafalan shalatnya.
Setelah
itu, tiba-tiba gelombang tsunami datang dan menghantam kelas yang di dalam nya
ada Delisa yang sedang praktik shalat. Kemudian Delisa terseret ombak, Delisa
pun tenggelam dan dia berusaha untuk benerang dari dalam gelombang tsunami itu
agar bisa selamat, akan tetapi Delisa tetap tenggelam dan dia tiba-tiba
pingsan.
Setelah
tsunami selesai, Delisa ternyata terdampar di gundukan batu karang selama
berhari-hari. Ketika itu, relawan dari negara asing pun menemukan Delisa dan
seketika langsung membawanya ke rumah sakit. Seteh di rumah sakit, ternyata
kaki kanan Delisa dinyatakan harus diamputasi oleh dokter.
Ketika
bencana tsunami terjadi, Abi Usman sedang bekerja berlayar di kapal dan tidak
mengetahui bahwa di kotanya terjadi tsunami begitupun dia tidak mengetahui
bahwa keluarganya menjadi korban tsunami. Hingga akhirnya Abi Usman diberitahu
oleh rekannya bahwa di Aceh tempatnya itu terjadi tsunami.
Abi
Usman pun pulang ke Aceh dan dia tertegun, karena melihat kotanya dan rumahnya
telah porak poranda diterjang tsunami. Beliau mencari keluarganya dan
menanyakan ke sana kemari, akan tetapi tidak ketemu juga, hingga akhirnya Abi
Usman bertemu dengan putrinya (Delisa) di salah satu rumah sakit. Pada saat itu
Delisa sudah mau diadopsi menjadi anak angkat oleh relawan/tentara asing, akan
tetapi, karena Delisa sudah bertemu dengan Abi nya, maka Delisa pun dibawa
pulang oleh Abi Usman dan mereka pun harus menjalani kehidupan barunya tanpa
ditemani keluarga yang lengkap seperti dahulu. Delisa pun terlihat senang dan
bisa menerima keadaan, walau harus hidup dengan satu kakinya.
Ulasan Film
Dalam
film Hafalan Shalat Delisa ini, mengajarkan kita untuk selalu semangat dalam
mencari ilmu, terutama ilmu agama. Kemudian mengajarkan untuk menjadi seorang
orang tua yang bertanggungjawab terhadap anak-naknya, terutama dalam hal
memberikan pendidikan yang layak.
Umi
Salamah menggambarkan istri yang shaleha yang berbakti pada suami dan mau
mengurus anak dengan ikhlas walau tanpa suami di sisinya, karena harus bekerja.
Dalam peran tentara asing yang membantu warga Aceh, memberi contoh kepada kita,
bahwa hidup harus saling tolong menolong.
Abi
Usman dan Delisa mengajarkan kita, bahwa kita harus bisa bangkit dari
keterpurukan. Abi Usman juga memberikan contoh pada kita bahwa menjadi eorang
laki-laki dan suami itu harus bertanggungjawab. Film ini juga mengajarkan kita
untuk selalu bersikap ikhlas dan bersyukur dalam keadaan apapun. Delisa
mengajarkan umat islam untuk khusu dalam shalatnya.
Akan
tetapi yang menjadi nilai kurang dalam film ini, yaitu ada beberapa pengambilan
gambar yang terlihat jelas tidak natural atau terlihat memang seperti editan,
seperti pada scien ketika menggambarkan Delisa tenggelam sampai ke dasar air
dan pada scien yang lainnya juga masih ada yang terlihat seperti editan. Hal
ini yang mungkin mengurangi nilai kesempurnaan dalam film ini.
Kesimpuan Film
Film
Hafalan Shalat Delisa ini sangat bagus untuk ditonton oleh seluruh kalangan
usia, terutama oleh anak-anak agar memberikan edukasi kepada anak untuk selalu
semangat belajar, terutama mempelajari agama. Film ini juga mengajarkan banyak
hal positif, seperti bersikap ikhlas, kerja keras, pantang menyerah, semangat,
dan khusu dalam ibadah. Film ini juga pernah ditayangkan di TV dan memang film
ini sangat bagus sebagai bahan edukasi anak, terutama yang beragaman islam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar