MEMATUHI ATURAN MERUPAKAN WUJUD KEIMANAN
Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Saudara pasti tahu bahwa
dunia kita saat ini sedang berada dalam kubungan duka, kecemasan dan kesulitan
yang dahsyat, sebagai akibat dari penyebaran pandemi Covid-19 yang sangat cepat
dan meluas ini.
Ratusan ribu orang
dinyatakan terinfeksi dan ribuan orang harus meregang nyawa. Kehidupan normal
tidak berjalan mulus seperti biasanya setelah terputus hubungan di seluruh
dunia.
Dalam kondisi yang genting
seperti sekarang ini, kita sebagai umat muslim yang bernegara dan berbangsa,
baik secara individu, institusi dan jiwa masing-masing dari kita harus dapat
memikul tanggung jawab yang besar untuk memainkan sebuah peran dalam memerangi
wabah covid-19 ini, mengendalikan nya, dan melindungi umat manusia dari bahaya
nya.
Seperti firman Allah SWT,
dalam QS. Al-Maidah : 32, berikut ini :
Artinya : Oleh
karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa
yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain,
atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah
membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang
manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan
sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa)
keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu
sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.
Surat Al Maidah
ayat 32 adalah ayat yang mengajarkan kita untuk menjaga kehidupan dan
menghindarkan diri dari perbuatan dzolim atau merugikan orang lain, seperti
halnya , jika kita kaitkan dengan keadaan sekarang ini, kita jangan
membahayakan diri kita dan orang lain dari penyebaran virus corona.
Selain itu, kita juga harus
mengingat dan menyebut dengan penuh kebanggaan dan menghargai terhadap
pengorbanan yang telah dilakukan oleh para dokter, perawat, dan semua tenaga
kesehatan yang telah mempertaruhkan nyawa dan raga mereka untuk menghadapi
bahaya yang mengancam kemanusiaan.
Upaya yang luar biasa para
pemimpin untuk mengepung virus ini memberi harapan bahwa kita dapat mengalahkan
wabah ini dan menghilangkannya. Namun, keberhasilan dalam pertempuran ini
sangat bergantung pada tekad kita untuk terus memikul tanggung jawab dengan
keinginan yang kuat dan tiada henti, dengan ketawakalan dan semangat yang tidak
mengenal lelah dan mundur.
Sesuai dengan tanggung
jawab kita sebagai muslim, yaitu “mencegah kerusakan didahulukan atas
mewujudkan kemaslahatan” oleh karena itu, bahwa kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan
peraturan yang dikeluarkan otoritas resmi yang kompeten dibidangnya diantaranya
harus selalu menjaga kebersihan pribadi, mematuhi kebiasaan phsycal
distancing (jaga
jarak,tidak kontak fisik), komitmen untuk tinggal di rumah, menangguhkan shalat
Jumat dan shalat jamaah, baik sedikit maupun banyak, sambil berkomitmen untuk
melakukan shalat tepat waktu di rumah tanpa berkerumun, semua peraturan ini dan
yang lainnya, terutama bagi umat islam, semua itu adalah kewajiban agama yang
harus ditaati, dan berdosa bila kita melanggarnya.
Jika kita melanggr aturan
tersebut berarti melanggar firman Allah dalam (QS al-Baqarah : 195). Artinya : Dan belanjakanlah (harta bendamu)
di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam
kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang berbuat baik.
“Dan janganlah menjerumuskan
dirimu ke dalam kebinasaan” kalimat ini menunjukkan kepada kita, bahwa kita
jangan menjerumukan diri kira dan orang lain tentunya kepada kebinasn
(covid-19).
Pesan kami kepada
saudara-saudara kami yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia khususnya, umumnya di
seluruh dunia, bahwa hati dan do’a kami yang tulus selalu menyertai saudara-saudara
semua.
Kami selalu berdoa dan
memohon kepada Allah SWT semoga semuanya kembali pulih. Kepada saudara-saudara
muslim yang meninggal dunia karena penyakit ini, semoga Allah memberikan
rahmat-Nya kepada mereka, dan keluarga yang ditinggal diberikan kesabaran.
Kami ingin menegaskan,
bahwa menjaga keselamatan, mengikuti aturan pemerintah, dan memberikan bantuan dari
mereka yang mampu kepada semua pihak yang terdampak di belahan dunia ini,
merupkan kewajiban agama dan kemanusiaan.
Bahkan ini merupakan bentuk
konkret dari wujud persaudaraan kemanusiaan yang tengah diuji oleh kekrisisan
ini, untuk mengungkap ketulusan dan komitmen terhadap prinsip-prinsip
kemanusiaan yang agung nan mulia.
Pesan kami dalam upaya
menghilangkan kegundahan ini adalah mari kita lakukan tindakan pencegahan dan
taati protokol kesehatan yang berlaku. Selain itu, mari kita perbanyak sedekah,
dan kembali berserah diri kepada Allah melalui shalat dan do’a, dengan harapan
semoga Allah STW segera mengangkat musibah ini, menghilangkan kegundahan dari
hamba-hamba-Nya, dan memberikan pengetahuan kepada para ilmuwan dan peneliti
agar tercipta dari tangan mereka (atas kehendak-Nya) obat yang dapat memusnahkan
penyakit yang berbahaya ini. Dialah Allah, Tuhan Yang Mahamelindungi dan Kuasa
atas itu.
Mari kita khusyukkan hati
dan pikIr untuk memohon kepada Allah SWT.
Ya Allah, janganlah Engkau
kuasakan atas kami, karena dosa-dosa kami, orang-orang yang tidak takut
kepada-Mu dan tidak mengasihi kami, wahai Zat yang Maha Penyayang. Ya Allah,
Tuhan Yang Mahalembut lagi Maha Memberi, wahai Zat yang Maha ihsan, wahai Zat
Yang Maha Mengasihi dan Menyayangi di dunia dan akhirat, wahai Zat Yang menjadi
sandaran bagi orang-orang yang berlindung, Penolong bagi orang-orang yang
meminta pertolongan, Pemberi rasa aman kepada orang-orang yang cemas, wahai Zat
Yang Menyingkap Kemadaratan, Yang Menolak bala bencana, kami memohon kepada-Mu
agar bencana ini segera engkau angkat, jauhkan kami dari bala bencana, baik
yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, dan Engkau Maha Mengetahui
itu semua.
Sesungguhnya Engkau adalah
Zat Yang Mahamulia. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi
Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, serta kepada kami selaku
umat-umatnya..Aamiin Allahumma Aamiin.
Wassalamu'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar