Senin, 29 Juni 2020

CERAMAH SINGKAT TENTANG COVID-19


MEMATUHI ATURAN MERUPAKAN WUJUD KEIMANAN

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudara pasti tahu bahwa dunia kita saat ini sedang berada dalam kubungan duka, kecemasan dan kesulitan yang dahsyat, sebagai akibat dari penyebaran pandemi Covid-19 yang sangat cepat dan meluas ini.
Ratusan ribu orang dinyatakan terinfeksi dan ribuan orang harus meregang nyawa. Kehidupan normal tidak berjalan mulus seperti biasanya setelah terputus hubungan di seluruh dunia.
Dalam kondisi yang genting seperti sekarang ini, kita sebagai umat muslim yang bernegara dan berbangsa, baik secara individu, institusi dan jiwa masing-masing dari kita harus dapat memikul tanggung jawab yang besar untuk memainkan sebuah peran dalam memerangi wabah covid-19 ini, mengendalikan nya, dan melindungi umat manusia dari bahaya nya.

Seperti firman Allah SWT, dalam QS. Al-Maidah : 32,  berikut ini :



Artinya : Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

Surat Al Maidah ayat 32 adalah ayat yang mengajarkan kita untuk menjaga kehidupan dan menghindarkan diri dari perbuatan dzolim atau merugikan orang lain, seperti halnya , jika kita kaitkan dengan keadaan sekarang ini, kita jangan membahayakan diri kita dan orang lain dari penyebaran virus corona.

Selain itu, kita juga harus mengingat dan menyebut dengan penuh kebanggaan dan menghargai terhadap pengorbanan yang telah dilakukan oleh para dokter, perawat, dan semua tenaga kesehatan yang telah mempertaruhkan nyawa dan raga mereka untuk menghadapi bahaya yang mengancam kemanusiaan.

Upaya yang luar biasa para pemimpin untuk mengepung virus ini memberi harapan bahwa kita dapat mengalahkan wabah ini dan menghilangkannya. Namun, keberhasilan dalam pertempuran ini sangat bergantung pada tekad kita untuk terus memikul tanggung jawab dengan keinginan yang kuat dan tiada henti, dengan ketawakalan dan semangat yang tidak mengenal lelah dan mundur. 

Sesuai dengan tanggung jawab kita sebagai muslim, yaitu “mencegah kerusakan didahulukan atas mewujudkan kemaslahatan” oleh karena itu, bahwa kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan peraturan yang dikeluarkan otoritas resmi yang kompeten dibidangnya diantaranya harus selalu menjaga kebersihan pribadi, mematuhi kebiasaan phsycal distancing (jaga jarak,tidak kontak fisik), komitmen untuk tinggal di rumah, menangguhkan shalat Jumat dan shalat jamaah, baik sedikit maupun banyak, sambil berkomitmen untuk melakukan shalat tepat waktu di rumah tanpa berkerumun, semua peraturan ini dan yang lainnya, terutama bagi umat islam, semua itu adalah kewajiban agama yang harus ditaati, dan berdosa bila kita melanggarnya. 

Jika kita melanggr aturan tersebut berarti melanggar firman Allah dalam (QS al-Baqarah : 195).   Artinya : Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
“Dan janganlah menjerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan” kalimat ini menunjukkan kepada kita, bahwa kita jangan menjerumukan diri kira dan orang lain tentunya kepada kebinasn (covid-19).
Pesan kami kepada saudara-saudara kami yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia khususnya, umumnya di seluruh dunia, bahwa hati dan do’a kami yang tulus selalu menyertai saudara-saudara semua. 

Kami selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT semoga semuanya kembali pulih. Kepada saudara-saudara muslim yang meninggal dunia karena penyakit ini, semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada mereka, dan keluarga yang ditinggal diberikan kesabaran.
Kami ingin menegaskan, bahwa menjaga keselamatan, mengikuti aturan pemerintah, dan memberikan bantuan dari mereka yang mampu kepada semua pihak yang terdampak di belahan dunia ini, merupkan kewajiban agama dan kemanusiaan. 
Bahkan ini merupakan bentuk konkret dari wujud persaudaraan kemanusiaan yang tengah diuji oleh kekrisisan ini, untuk mengungkap ketulusan dan komitmen terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan yang agung nan mulia.

Pesan kami dalam upaya menghilangkan kegundahan ini adalah mari kita lakukan tindakan pencegahan dan taati protokol kesehatan yang berlaku. Selain itu, mari kita perbanyak sedekah, dan kembali berserah diri kepada Allah melalui shalat dan do’a, dengan harapan semoga Allah STW segera mengangkat musibah ini, menghilangkan kegundahan dari hamba-hamba-Nya, dan memberikan pengetahuan kepada para ilmuwan dan peneliti agar tercipta dari tangan mereka (atas kehendak-Nya) obat yang dapat memusnahkan penyakit yang berbahaya ini. Dialah Allah, Tuhan Yang Mahamelindungi dan Kuasa atas itu.

Mari kita khusyukkan hati dan pikIr untuk memohon kepada Allah SWT.
Ya Allah, janganlah Engkau kuasakan atas kami, karena dosa-dosa kami, orang-orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak mengasihi kami, wahai Zat yang Maha Penyayang. Ya Allah, Tuhan Yang Mahalembut lagi Maha Memberi, wahai Zat yang Maha ihsan, wahai Zat Yang Maha Mengasihi dan Menyayangi di dunia dan akhirat, wahai Zat Yang menjadi sandaran bagi orang-orang yang berlindung, Penolong bagi orang-orang yang meminta pertolongan, Pemberi rasa aman kepada orang-orang yang cemas, wahai Zat Yang Menyingkap Kemadaratan, Yang Menolak bala bencana, kami memohon kepada-Mu agar bencana ini segera engkau angkat, jauhkan kami dari bala bencana, baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, dan Engkau Maha Mengetahui itu semua. 
Sesungguhnya Engkau adalah Zat Yang Mahamulia. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, serta kepada kami selaku umat-umatnya..Aamiin Allahumma Aamiin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resensi Film : HAFALAN SHALAT DELISA

  Identitas Film Judul Film : Hafalan Shalat Delisa Sutradara : Sony Gaokasak Produser : Chand Parwez Servia Penulis Naskah : Arma...